Pengikut

Jumat, 28 Juli 2023

PENGUKUHAN DAN PELEPASAN KONTINGEN PORPROV XVI JATENG 2023 KAB. SRAGEN

 [Pemkab Sragen Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng XVI ]



Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati siapkan bonus bagi para atlet Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah yang berhasil mendulang medali. Janji tersebut disampaikan Bupati Yuni saat melepas 179 atlet Sragen yang berlaga di Pekan Olahraga (Porprov) Jateng XVI/2023 di Pendopo Bupati, Minggu (23/7/2023).


Kontingen Sragen ditargetkan meraih 14 medali emas, sekaligus memperbaiki peringkat pada Porprov yang akan digelar di Pati Raya, 5-11 Agustus 2023.


"Bonus bagi peraih emas Rp 30 juta, perak Rp 20 juta dan peraih perunggu Rp 10 juta. Tapi kalau bisa melampaui target, bonusnya saya tambah,'' tegas Bupati Yuni didepan kontingen Sragen yang akan diberangkatkan.


Tidak hanya itu, Bupati juga menyampaikan akan memberikan bonus untuk pelatih dan asisten pelatih juga disiapkan 30 persen dari medali yang diperoleh dalam laga.


“Para atlet, pelatih, asisten pelatih dan ofisial harus berjuang, tidak hanya mengejar target 14 emas, namun harus bisa melampaui target demi kebanggaan Kabupaten Sragen. Pokoknya harus juara, bawa nama Sragen berkibar di Porprov,” pinta Bupati Yuni.


Saat pelepasan dan pembekalan atlet, tampak hadir Wabup Sragen Suroto, Ketua DPRD Suparno dan Sekda Hargiyanto selaku penanggung jawab Kontingen Porprov XVI Kabupaten Sragen. Yuni berpesan agar atlet yang berlaga Porprov betul-betul warga Sragen.


“Ora usah jupuk wong njobo (Tidak perlu mengambil dari luar). Kontingen Sragen harus benar-benar warga Sragen,” lanjutnya.


Melalui latihan keras dan semangat membara, target yang ditetapkan pasti dapat terlampaui. Menurutnya, APBD Sragen sudah menyiapkan dana untuk bonus atlet sebesar Rp 1.4 miliar.


Bupati juga berpesan kepada para atlet untuk selalu menjaga fisik dan mental dengan selalu menjaga istirahat yang cukup, dan mengikuti arahan sesuai pelatih/official masing-masing.


Ketua KONI Sragen, Subono menyebutkan, target kontingennya pada Porprov 2023 adalah 14 keping emas, 13 perak dan 21 perunggu. Target ini jauh di atas perolehan medali Sragen pada Porprov 2018 yang hanya lima medali emas, sembilan perak dan 13 perunggu, serta menempati peringkat 27 se-Jateng atau naik dari multievent serupa sebelumnya yang berada di urutan 34.


Kontingen Sragen ditargetkan meraih 14 medali emas, sekaligus memperbaiki peringkat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVI/2023.

Jumat, 24 Maret 2023

Minggu, 05 Maret 2023

Try out Tim Tinju Sragen dalam Kejuaraan piala Bupati Banjarnegara 2023


Petinju: Ahmad ifan(51kg)- Musa lebo(54kg)- Danang bagus (57kg)- Agus Ipiyaya(60kg)

Official: Hery Rust_ Febri budi_Handoko,SE.M.Si

Hasil pertandingan membawa 1 medali emas oleh Agus Ipiyaya.60kg
















 

 

 

Jumat, 15 April 2022

Memimpin PERTINA Ibarat Menanam Pohon

 

Memimpin organisasi tidaklah mudah. Organisasi masyarakat ( cabang olahraga ) bisa tumbuh dan berkembang jika dikelola secara tepat. Sebaliknya, organisasi cabor yang sudah mapan sekalipun bisa limbung, bahkan ambruk bila dikelola serampangan.



Adalah tugas  ketua beserta pengurusnya untuk membuat organisasi cabor  tetap sehat, tumbuh, dan kuat. Tapi tak semua  menyadari bahwa sehat saja tidak cukup bagi sebuah organisasi cabor.



Para pakar olahraga punya analogi yang dalam tentang organisasi cabor. Bagi mereka, memimpin organisasi cabor tak ubahnya menanam sebuah pohon.



Dari awal, pohon itu harus dirawat, disiram, dipupuk, disiangi, dan hama-hamanya dibuang agar sehat. Namun sehat saja tidak cukup. Pohon itu harus tumbuh besar dan berbuah sehingga berguna bagi banyak pihak,” 


Sebagai insan olahraga kita harusnya meyakini, sebuah ‘pohon’ mustahil bakal tumbuh sehat, besar, dan menghasilkan buah jika yang menanamnya tidak rukun, guyub, dan kompak. Karena itu, budaya rukun, guyub, dan kompak harus ada di setiap organisasi cabor.


Untuk mencapai tujuan bersama dan menjalankan program yang disepakati bersama, rukun saja belum tentu berhasil, apalagi tidak rukun,” 


Lalu Apa saja gebrakan yang akan dilakukan Organisasi cabor Tinju Amatir kita? Apa obsesinya? Nilai-nilai apa yang akan ditanamkan di PERTINA? Bagaimana kita tahu semua jawabannya, kita hanya perlu bersabar menunggu, mungkin setelah lebaran idul fitri 1443 H sudah ada jawabannya. 


Senin, 03 Januari 2022

Tinju adalah karya seni

 

Membina atau melatih Tinju itu layaknya Seniman, Jangan berharap bisa cepat terkenal atau pun cepat kaya. Ini long term job dan pendapatan seorang seniman itu tidak stabil, makanya awal-awal harus disupport dengan pekerjaan sampingan tetapi kalau sudah terkenal satu atlet saja, harganya bisa ratusan juta.

Apakah kamu salah satu yang pernah terpikir untuk menjadi seorang seniman; pekerja seni, perupa, dramawan, olahragawan, musisi dan sebagainya? Apa impian yang paling ingin kamu wujudkan dengan cita-cita itu?

Manusia, selalu ingin merasa dicintai, merasa dibutuhkan, merasa dihormati dan tentunya mendapatkan tempat yang spesial. Seseorang tentu (apapun cita-citanya) juga menginginkan hal itu. Bila kamu adalah orang yang terpikir menjadi seorang seniman, tentunya panggung yang bermandikan cahaya, tepuk tangan riuh dari penonton yang memadati gedung, nama yang tersohor, karya yang mendunia dan sebagainya menjadi impian yang paling ingin dicapai. Setidaknya, sebagian besar dari orang yang bermimpi jadi seniman, memimpikan hal tersebut.

Ibarat puncak gunung yang indah dan serasa berada di atap dunia, maka kamu perlu mendaki, melewati berbagai rintangan, menghadapi cuaca yang ekstrim dan medan yang terjal untuk mencapainya. Sayangnya, tidak banyak yang tahan dengan itu.


Ada yang bermimpi menjadi seorang olahragawan terbaik dengan semua pencapaian yang mengagumkan. Tapi, tidak tahan dengan latihan tiap hari, disiplin diri setiap hari, dan melatih tubuh juga skill setiap waktu. Bagaimana mungkin mencapai puncak, bila tidak mau mendaki?



Yakinlah jika kamu mau berkorban sedikit lagi, kamu pasti sampai di puncak dan saat itu orang-orang pasti lebih mudah melihatmu ( usahamu, kerja kerasmu, bakatmu & kesabaranmu).

Intinya sebagai seniman ya kamu harus menjadi individu dengan kreativitas yang tinggi namun kamu juga harus menjadi salesman yang handal agar dapat sukses. Perlu banyak koneksi, kerja keras, bakat dan juga biaya yang tinggi untuk dapat menjadi seniman yang sukses.

Rabu, 29 Desember 2021

One One One Fight 2021

 


" Kalian memang tak memberi Pertina Uang, Tapi kalian telah memberi Pertina Rasa Senang " 

Setelah sekian lamanya karena masa pandemi covid 19 Jateng vakum oleh kejuaraan tinju amatir, kemarin 26 desember 2021 teman-teman dari PERTINA Sukoharjo berinisiatif mengadakan try out sparring patner bertajuk " One On One Fight " antar petinju amatir se-jawa tengah. Meski tema yang diusung hanyalah sparring patner ternyata antusuiasnya luarbiasa, peserta yang ikut mencapai 80 petinju mulai dari kategori youth sampai elit, yang diikuti 31 sasana yang tersebar di Jateng. 

Tetap Ada Wasit

Meski bisa dibilang Sparring patner, di ring pertandingan tetap ada 1 wasit dan 3 juri dari Pengprov PERTINA Jateng yang ikut mengawasi pertandingan. Para wasit itu dibantu oleh ring announcer dan timer bell, yakni orang yang bertugas untuk mengendalikan petinju dengan memukul lonceng dan stopwatch. 

Selain para petugas yang disebutkan di atas, terdapat juga para petugas medis yang mengantisipasi petinju yang terkena pukulan telak dari lawan atau gangguan cidera pasca pertandingan. Selain itu ada satgas Pemuda Pancasila yang bertugas mengawasi penonton agar tidak merangsek masuk ke arena pertandingan yang dibantu dari kepolisian pastinya. 

Pada kegiatan ini, PERTINA Sragen mengirimkan 3 Petinju, yaitu Jonorit, Agus Priyadi, dan Bayu eko. Bersama 2 pelatih dan 2 official. Hasil sparring 1 sebagai winner ( jhon ), dan 2 kalah. 


Antara Prestasi, Cita-cita atau Cinta?



"Sukses aja dulu, karena sukses akan mengundang cinta yang berkelas"

"Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir"

Chairil Anwar.


Pernahkah kalian mendengar kata-kata itu? Pasti pernah. Apalagi bagi kalangan pemuda millenials, antara cinta dan cita-cita pasti sudah tak asing lagi di telinga. Mana yang harus dipilih atau diprioritaskan antara cinta dan cita-cita selalu menjadi obrolan yang sudah menjadi dilema klise.


Manusia memang tidak akan lepas dari sebuah pilihan. Tetapi ketika kita dihadapkan harus memilih mana yang lebih penting antara cinta dan cita-cita, mana yang akan kita raih terlebih dahulu dari dua hal tersebut?

Keduanya seringkali menjadi dilema hidup banyak orang. Sebetulnya kita tidak bisa memilih, tapi harus bisa menjalankan keduanya. Ketika kita menjadikan salah satu dari dua hal tersebut menjadi skala prioritas maka pilihan yang satu juga akan tertinggal jauh. Dan antara cinta dengan cita-cita di sini bukan hanya diartikan antara "melanjutkan studi" atau "mengerjar bekerja" dengan "menikah",bukan!. Kalau begitu justru menikah itu merupakan pekerjaan seumur hidup bukan?..


Sebagai generasi muda harus bisa mencapai mimpi-mimpinya atau goals-nya, tetapi juga menjalankan cinta. Karena cinta itu tidak hanya menyoal "pacar", "menikah" atau bahkan "mantan" kemudian "sakit hati", bukan!. Tapi cinta itu ada banyak. Tapi sebelumnya kita bahas tentang cita-cita terlebih dahulu.


CITA-CITA


Cita-cita sangat penting bagi seseorang, sebagai impian atau goals yang harus dicapai, soal karya dalam hidup, dan biasanya terwujud dalam karir atau pekerjaan. Dengan adanya cita-cita tentunya akan menjadi semangat dalam menjalani hidup. 

Cita-cita juga tidak hanya menyoal karir atau pekerjaan. Misalnya sebagai Atlet, kalau bisa jadilah atlet  pelopor kebangkitan organisasi yang di naungi. Bagaimana dahulu para atlet-atlet top berlomba-lomba dalam kompetisi untuk mencapai prestasi tertinggi

Seperti pemuda satu ini, Agus priyadi kelahiran Sragen, 6 Juni 1995 anggota aktif sekaligus atlet andalan Tarung Derajat Kab. Sragen. Cita-citanya tinggi ingin bertanding dalam berbagai kompetisi cabang olahraga beladiri, tapi karena aturan induk organisasinya, Ia harus sedikit menurunkan egonya. Tarung Derajat tidak merekomendasikan anggotanya untuk bertanding diluar Tarung Derajat, aturan ini baku dan tanpa kompromi demi menjaga kredibilitas Tarung Derajat  sendiri. 

Agus  sejak kecil  berdomisili di Sumber Mulyo, Gebang, Masaran. Berbagai event kejuaraan Tarung Derajat telah banyak dia ikuti, kompetisi terakhir terakhirnya adalah Porprov Jateng 2018 dengan prestasi juara 3. Selama pandemi otomatis tidak ada kejuaraan yang bisa di ikuti, demi menjaga stamina dan fisiknya diam-diam dia mencoba kegiatan Sparring patners Tinju yang bertajuk " One On One Fight " di Sukoharjo 26 desember 2021. Hasilnya meski kalah secara permainan menurut para wasit juri dari PERTINA Jateng cukup bagus, karena yang menjadi lawan kebetulan adalah anak PPLOP jateng, kerjaanya ya memang latihan pagi dan sore.


CINTA


Lalu bagaimana dengan cinta? 


Cinta sesungguhnya adalah menyoal kebahagiaan dan kepuasan atas makna hidup. Cinta mempunyai banyak makna. Cinta dapat diartikan secara personal dan universal, di mana cinta personal adalah cinta yang secara spesifik dimiliki dan dicurahkan kepada satu orang seperti pasangan atau kekasih, sementara cinta secara universal diartikan sebagai cinta yang umum, ada banyak hal cinta dan tak hanya soal pasangan atau kekasih. Dan cintanya pada gadis cantik kelahiran Jakarta 10 februari 2000 bernama Agatha averina Dermawan sungguh tinggi. Apa buktinya? dia rela pindah kerja demi mendapatkan kesejahteraaan yang lebih tinggi dan mewujudkan cita-cita dahulu menjadi atlet top yang disegani demi kekasih tercinta guna menyongsong kehidupan bersamanya nanti. Prinsip agus

 “Aku ramah bukan berarti takut, Aku tunduk bukan berarti takluk”



Selamat datang di galeri PERTINA Sragen, terimakasih sudah mengangkat PERTINA Sragen di event Tinju Jateng ( non resmi ). Semoga selalu semangat dan bisa mencoba di event-event tinju non resmi lain untuk menambah pengalaman bertanding.( HR )

SEMANGAT ADALAH YANG MUNCUL PALING AWAL DAN MATI PALING AKHIR



 “ Ketika sekelompok orang berkumpul dan bekerja sama secara harmonis, maka energi yang meningkat tercipta melalui kerjasama yang dialami oleh masing-masing individu dalam kelompok tersebut." 

(Napoleon Hill)


Sesungguhnya, berbagai permasalahan organisasi kita ini bukanlah sesuatu yang merugikan, sebaliknya masalah-masalah itu adalah hal yang baik yang menunjukkan betapa dinamis dan adaptifnya organisasi ini. Namun, semua berpulang pada penghuni rumah organisasi ini sendiri bagaimana dalam menyikapi berbagai persoalan dan tantangan yang datang itu, apakah akan disikapi secara positif atau negatif. Sebagai pengelola organisasi, sudah pasti beban terbesar untuk menyelesaikan berbagai problem organisasi ada di pundak para pemegang keputusan (decision maker).

Hal ini tidak berarti komponen organisasi yang lain terlepas dari tugas itu, karena membenahi organisasi adalah kewajiban seluruh anggota-anggotanya yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Dan untuk itu, pemegang keputusan (decision maker) tampaknya perlu dan berupaya keras untuk menyelesaikan carut-marut persoalan yang ada dalam organisasi ini. 

Banyak ide, gagasan dan wacana idealnya dikumandangkan. Serangkaian program-program perubahan segera disosialisasikan dan diterapkanTidak elok jika berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi.


Dalam  upaya membangun organisasi, hal yang paling utama adalah adanya loyalitas. Rangkul Beberapa orang atau cari orang yang mempunyai tingkat militansinya tinggi.


Saya yakin organisasi ini akan terus maju bila  orang didalamnya bekerja sama secara kompak. Tak masalah Mereka memiliki kemampuan yang berbeda asal mempunyai tujuan yang sama. Mereka loyal terhadap organisasi dan punya cita-cita tinggi pada organisasi. Dengan beberapa orang saja yang loyal pada organisasi ini akan selalu ada dan terus maju bahkan bisa hingga ke generasi-generasi selanjutnya. 


Keragaman kemampuan menjadi modal selanjutnya untuk terus membangun organisasi ini lebih maju lagi. Bagi seorang pemimpin sudah menjadi tugasnya dalam mengetahui dan memilah-milah kemampuan anggotanya sehingga dapat menempatkan para anggotanya sesuai dengan keahlian masing-masing.


Melihat orang Indonesia yang cenderung humoris idealnya janganlah terlalu serius sehingga suasana organisasi terlihat mencekam, para anggota menjadi merasa tertekan akan aturan-aturan yang berlaku. Buat santai sajalah, seakan-akan para anggota tidak merasa sedang berorganisasi. Artinya para anggota tidak merasa disibukan oleh organisasi yang sedang dijalaninya.


Kita semua tahu bahwa Organisasi yang mengalir akan membuat para anggota merasa senang karena mereka hanya di tuntut kesediannya dalam membangun organisasi sesuai dengan keadaan hati. Tidak ada paksaan, sehingga anggota dapat dengan ikhlas menjalaninya.


Adanya keikhlasan yang menyertai, dengan sendirinya para anggota akan sadar akan kedudukannya masing-masing yang telah di embankan oleh seorang pemimpin. Selanjutnya tugas, fungsi dan peran anggota akan di jalaninya tanpa harus ada perintah yang bersifat memaksa.


Dengan demikian kita dapat menyimpulkan beberapa tahap yang harus di lakukan dalam membangun  organisasi kita ini. 

  1. Dimulai dari adanya loyalitas, 
  2. Susun pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing 
  3. Jalankan organisasi secara santai (tidak ada paksaan) dengan harapan organisasi bisa dapat di bangun berdasarkan keikhlasan dari para anggotanya. 
  4. Pelihara dengan baik organisasi ini dengan rasa kekeluargaan dan rasa peduli yang tinggi  dengan begitu organisasi akan selalu berkembang hingga kegenerasi selanjutnya. 



Senin, 20 Desember 2021

Praka Wahyu Dwi Pamungkas


 

" Wahyu.. aku lagi pesan alat Tinju nang Semarang, tolong dipantau besok kalau dah jadi titip dibawa sekalian pulang Sragen! "

" Siap pantau Om" 

Kutipan chat WA di atas adalah  salah satu dari sekian banyak permintaan tolong dari saya saat ada urusan di semarang dan sekitarnya. Jawabannya selalu konsisten. Sebenarnya sih saya ada teman juga saudara di Semarang, tapi entah kenapa saya lebih percaya kalau dia yang pantau.

Dia Praka Wahyu Dwi Pamungkas, Pemuda kelahiran Sragen, 1 oktober 1993 yang telah menikah dengan Khoirunnisa, gadis cantik asal Sragen sejak juli 2016 yang lampau. Ada aura percaya diri yang kuat terpancar dari sosok pemuda yang tidak asing lagi bagi saya. Ketika bertemu, senyumnya selalu mengembang mengiringi sikap santun prajurit TNI AD bertubuh atletis dengan tinggi 172 cm dan berat 75 kg ini. Yap! Ia adalah salah satu mantan petinju PERTINA Sragen yang sukses jadi  prajurit  TNI AD_Penerbad. 

Praka Wahyu adalah prajurit TNI mantan petinju Sragen yang hingga kini masih menjalin komunikasi baik dengan rekan-rekan di PERTINA Sragen termasuk saya. Keingginannya untuk ikut serta dalam membina dan membesarkan Pertina Sragen sangat tinggi, meski hobby nya bermain sepak bola, hal ini dia tunjukkan dengan melibatkan diri dalam kepengurusan PERTINA Sragen periode 2021-2025 bidang Humas. Saat ini keterlibatannya di Pertina dia akui belum bisa all out, karena dia masih berdomisili di Semarang, yang hanya bisa sesekali mampir di pusat latihan saat pulang kampung saja. Ia berjanji saat ia sudah pindah ke Sragen nanti ia akan membantu dengan all out untuk Pertina Sragen. 

Meski Prestasinya di tinju dahulu tidak begitu maksimal hingga puncaknya, karena situasi kepengurusan saat itu memang kurang kondusif. Tapi saya ingat ia pernah ikut dalam kejuaraan nasional tingkat pelajar di Kupang dan meraih medali perak. Prestasi terbaik yang diperoleh tim ketika Pertina Sragen berangkat ke Kupang kala itu.  Setelah lulus SMKN 2 Sragen dia sempat berhenti berlatih tinju dan merantau ke Jakarta bekerja di sebuah koperasi, meski Gajinya sudah lumayan kerja enak di kantoran tapi semangatnya untuk mewujudkan cita-cita jadi tentara masih tinggi. Akhirnya ia keluar dari pekerjaanya dan mendaftar TNI, atas dukungan keluarga dan orang tua akhirnya ia lolos dan resmi jadi tentara. 

"Saya bersyukur karena saya bisa mewujudkan cita-cita. Kini saya jadi kebanggaan keluarga. Bagi saya ini merupakan sebuah kebahagiaan tak terhingga. Saya akan selalu mengingat pesan orang tua saya untuk melaksanakan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk." Ujar Wahyu

Praka Wahyu bukan sekedar Prajurit dan mantan atlet tinju, karakter dan unggah ungguhnya pada yang lebih tua tak pernah luntur oleh pangkat jabatan. Tiap ada urusan di Semarang selalu saya minta pantau dia dan rata-rata lancar saja. Dari urusan antar jemput saat diklat, urusan beli glove, memantau kejuaraan tinju di semarang, beli mobil hingga menjualnya kembali, dll semuanya terselesaikan dengan lancar. Dan urusan yang terbaru ketika saya minta bantu memantau pesanan alat Tinju di sekitar pedurungan, sampai wira-wiri mendatangi tempat pembuatannya yang sempat loss kontak tidak ada respon komunikasi. 

Seperti biasanya dia bilang " tenang wae om, tidak ada hari apes dalam kalender mana pun,nek ngasi macem-macem tak bawakke pasukan ngko om !"  

Alhamdulillah pesanan alat Tinju sampai dirumah sesuai waktu. Terimakasih Praka Wahyu, bantuanmu menenangkan pikiranku. Semoga untuk urusan pencarian jodoh ponakanku juga bisa kau bantu. hehe..  ( Herry Rust )

PENGUKUHAN DAN PELEPASAN KONTINGEN PORPROV XVI JATENG 2023 KAB. SRAGEN

 [Pemkab Sragen Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng XVI ] Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati siapkan bonus bagi p...