Kebanyakan orang pasti mengetahui Chris Jhon, Daud cino Jordan, dan Ellyas pical sebagai petinju yang berhasil dan menjadi legenda Indonesia. Padahal selain mereka ada banyak petinju daerah yang layak untuk di tulis kiprahnya. Di kota kecil Sragen ini meski belum mencapai gelar juara nasional ada seorang petinju yang cukup berperan dalam mengangkat moral olahraga Tinju Sragen. Dia adalah Febri Budi Utomo.
Febri adalah seorang petinju asli kota sragen yang pertama kali berlatih ketika kelas 6 SD. Petinju yang lahir di Sragen, Jawa Tengah, 04 Februari 1992 ini bercerita bahwa ia mulai mencintai olahraga tinju saat melihat petinju Chris Jhon di Indosiar. Petinju yang terlupakan ini berlatih tinju sebenarnya hanya ikut-ikutan saja bersama pamannya. Berlatih sejak usia 12 tahun menjadikan febri cukup berpengalaman dalam olahraga tinju. Berawal dari kejuaraan tinju amatir antar Kabupaten hingga Kejuaraan nasional, akhirnya Petinju yang terlupakan ini bisa menjalankan karir profesionalnya pada tahun 2013 di kelas terbang. Setelah itu berturut-turut mengikuti kejuaraan mulai dari sabuk emas bupati Demak, Grobogan, Jepara, Kebumen, gunung kidul, sleman, purworejo, dan cilacap. Selain bertinju febri juga sempat mengikuti berbagai kejuaraan Kickboxing dan dan wushu sanda.
"Pokoknya jika kena hook kanannya, kemungkinan besar jatuh..hehe.. !"
“Ya, aku adalah petinju Sragen yang masih bertahan hingga saat ini, sementara rekan-rekanku dulu sudah berhenti dengan berbagai kesibukan dan profesi. Ada yang masuk TNI, Polri, Jadi pengusaha, Guru dan bidang usaha lain. Rezeki Allah yang atur, kita hanya menjalani, mungkin dengan bertahan di bidang ini dapat membantu mencetak bakat-bakat generasi muda dari cabang tinju khususnya sehingga bermanfaat bagi kesehatan dan prestasi mereka ke depannya” tutur febri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar