Pengikut

Kamis, 04 November 2021

Petinju Sragen yang masih bertahan

                                         



    Kebanyakan orang pasti mengetahui Chris Jhon, Daud cino Jordan, dan Ellyas pical sebagai petinju yang berhasil dan menjadi legenda Indonesia. Padahal  selain mereka ada banyak petinju daerah yang layak untuk di tulis kiprahnya. Di kota kecil Sragen ini meski belum mencapai gelar juara nasional ada seorang petinju  yang cukup berperan dalam mengangkat moral olahraga Tinju  Sragen. Dia adalah Febri Budi Utomo.


                Febri adalah seorang petinju asli kota sragen yang pertama kali berlatih ketika kelas 6 SD. Petinju yang lahir di Sragen, Jawa Tengah, 04 Februari 1992 ini bercerita bahwa ia mulai mencintai olahraga tinju saat melihat petinju Chris Jhon di Indosiar. Petinju yang terlupakan ini berlatih tinju sebenarnya hanya ikut-ikutan saja bersama pamannya. Berlatih sejak usia 12 tahun menjadikan febri cukup berpengalaman dalam olahraga tinju. Berawal dari kejuaraan tinju amatir antar Kabupaten hingga Kejuaraan nasional, akhirnya Petinju yang terlupakan ini bisa menjalankan karir profesionalnya pada tahun 2013 di kelas terbang. Setelah itu berturut-turut mengikuti kejuaraan mulai dari sabuk emas bupati Demak, Grobogan, Jepara, Kebumen, gunung kidul, sleman, purworejo, dan cilacap. Selain bertinju febri juga sempat mengikuti berbagai kejuaraan Kickboxing dan dan wushu sanda.











Petinju yang terlupakan ini memiliki pukulan hook dan uppercut  kanannya yang sangat cepat serta keras. Bahkan pukulan tersebut dijuluki sebagai “The destroyer”. 


"Pokoknya jika kena hook  kanannya, kemungkinan besar jatuh..hehe.. !"


Setelah lulus SMK N 2 Sragen dia sempat berhenti untuk bertinju hingga akhirnya merantau ke medan untuk berjualan cilok selama 1 tahun.  Febri akhirnya mendapatkan dukungan kembali dari orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi jurusan kepelatihan olahraga ( UTP solo ) sambil mencoba beberapa cabang olahraga yang lain, seperti tenis lapangan, badminton, juga futsal. Setelah lulus kuliah Febri kemudian mengabdikan diri menjadi guru PJOK di SD Negeri Sidodadi Masaran Sragen hingga saat ini sambil kembali menekuni dunia tinju dan menerima  private bagi yang membutuhkan. 



“Ya, aku adalah petinju Sragen yang masih bertahan hingga saat ini, sementara rekan-rekanku dulu sudah berhenti dengan berbagai kesibukan dan profesi. Ada yang masuk TNI, Polri, Jadi pengusaha, Guru dan bidang usaha lain. Rezeki Allah yang atur, kita hanya menjalani, mungkin dengan bertahan di bidang ini dapat membantu mencetak bakat-bakat generasi muda dari cabang tinju khususnya sehingga bermanfaat bagi kesehatan dan prestasi mereka ke depannya” tutur febri.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUKUHAN DAN PELEPASAN KONTINGEN PORPROV XVI JATENG 2023 KAB. SRAGEN

 [Pemkab Sragen Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng XVI ] Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati siapkan bonus bagi p...