Pengikut

Selasa, 16 November 2021

Galau Gagal latihan Tinju

 


Tulisan ini masih berkisah tentang Jhon anak muda papua yang sekolah di SMK N 1 Kedawung Sragen dan baru beberapa bulan berlatih Tinju di GOR.

_ Saya Herry Rust menuliskannya.

Sore ini selasa 16 november, seperti biasa adalah jadwal latihan rutin. Menjelang pukul 14.00 wib langit mulai mendung dan tak berapa lama turunlah hujan yg cukup lebat disertai angin. Saya kebetulan sudah sampai di GOR lebih awal, karena sejak bakda dhuhur ada latihan badminton di aula SMK N 1 Sragen yang bersebelahan dengan GOR tempat kami latihan tinju. Selama hujan Saya berteduh di mushola lingkungan GOR sekalian sholat ashar begitu rencananya. Dan setelah selesai sholat ashar hujan masih nampak lebat, akhirnya saya tunggu hingga agak reda sampai pukul 15.45 lalu saya menuju ke tempat latihan tinju yang tak jauh dari mushola. 

Baru beberapa saat saya buka pintu dan menurunkan peralatan latihan yang saya bawa, lalu ada notifikasi WA group dari mbak devi,

 " rencana jhon mau jogging menuju GOR, tapi keburu hujan lebat, akhirnya jhon berteduh di rumah saya". Ujar mbk devi.

Mbak devi juga kirim foto dan videonya, wuiss..nampak betul wajah lesu galau rasa-rasa kecewa karena gagal latihan. Saya memang belum lama jadi pelatih, tapi secara naluri saya hafal betul wajah-wajah kekecewaan gagal melakukan sesuatu. 


Biasanya kalau latihan dia naik suzuki smash lungsuran dari kakak kelasnya atau kadang dibonceng mas Ong, tapi sudah beberapa kali latihan dia selalu jogging untuk sampai ke tempat latihan. Beberapa hari lalu katanya motor rusak, kali ini dia bilang motornya di pinjam kakak kelas ke jogja. Jadi terpaksa dia lari sekalian buat fisik katanya.

" Nampaknya kau sudah Benar-benar cinta mati dengan tinju ya jhon..." 

 "Iyah pak padahal Jhon mau latihan tapi hujan menghalagi Jhon😭"


Cinta itu nampaknya semakin tumbuh karena secara permainan dan teknik bertinjunya berkembang baik, apalagi kemarin saat sparing patner di Sleman dia bisa kasih mis-misan keluar darah dari hidung lawannya yang ternyata bukan petinju kaleng-kaleng, lawannya itu mantan petinju PON DKI era tahun 2000-an lho. Dan dia masih belum puas sampai di situ. 

Dia anak jauh, yang jauh sekali dari kota Sragen, dia hanya mampir sekolah disini, suatu saat dia akan kembali. Kembali membawa banyak cerita, Prestasi dan pertemanan dikota ini. Kisah jhon di PERTINA Sragen akan jadi warna baru, menjadi inspirasi, bahwa begitulah seharusnya mental seorang pejuang/ atlet. Seharusny kecewa ketika gagal latihan meski satu kali saja, bukan malah bahagia, karena waktu adalah kesempatan yang tak akan terulang kembali. 

" walauu hujan tetap latihan dirumah, shadow boxing , push up, jogging ditempat, dll, jangan berhenti latihan, okee kita latihan lagi hari berikutnya" pesan bapak ketua harian Pertina via WA group.

"Siap pak..terimakasih sarannya"ujar Jon via WA

Yap, demikian Sepenggal kisah pendek ini Semoga menjadi pemacu semangat bagi anak-anak muda Sragen agar lebih bersemangat lagi dalam belajar dan berlatih demi masa depan yang lebih baik. ( HR )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUKUHAN DAN PELEPASAN KONTINGEN PORPROV XVI JATENG 2023 KAB. SRAGEN

 [Pemkab Sragen Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng XVI ] Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati siapkan bonus bagi p...