Pengikut

Jumat, 05 November 2021

Feminim tapi Garang di Ring Tinju



 Kisah petinju cantik asal Sragen, sudah lebih dari tiga tahun bergelut dengan samsak dan pukulan, yang lebih takut berat badannya naik daripada kena pukulan.

Petinju cantik asal Sragen itu adalah Maria Yuliana Gajon, dan gadis lincah ini tertarik kepada dunia tinju sejak dari SMP.


Sekilas tidak ada yang berbeda dari Maria. Gadis manis  ini tampak feminim seperti perempuan lainnya.

Namun di balik penampilannya yang feminim, dara asal Celep, Tanjung, Kedawung ini bisa garang di ring tinju. Maria merupakan atlet tinju yunior/youth puteri yang berbakat.



Tiga tahun sudah gadis 18 tahun ini bergelut dengan samsak di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah bersama atlet tinju lainnya yang tergabung dalam Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Tengah.



Selama mengikuti tinju berbagai prestasi telah dia raih, antara lain:

Juara 2 Kejurnas tinju Amatir Bogor  2018

Juara 1 Kejurprov Semarang  2019

Juara 1 Kejurprov Solo  2019

Juara 3 POPDA  Jateng 2018

Juara 1 Boxing Day Semarang 2019

Juara 1 Sabuk Emas Rembang 2017

Juara 1 Kejurprov Semarang 2017

Juara 1 Porkab Sragen 2017

Juara 1 Kejurkab Sragen 2019


Sayang prestasinya sempat terhenti karena adanya pandemi, dimana semua event kejuaraan terpaksa off semua. Yang bisa dilakukan hanyalah tetap berlatih dan berharap pandemi segera usai dan event kejuaraan segera terselenggara lagi "rasanya sudah gatal pengin pukul pukulan lagi"ujarnya

Ketertarikan gadis kelahiran Sragen 12 juli 2003 silam ini terjun ke dunia tinju lantaran masih minimnya petinju wanita di Indonesia.


"Kebetulan, setelah lulus SMP ada seleksi masuk di PPLOP sebagai atlet tinju, setelah mencoba alhamdulillah lolos," ujarnya.


Selain itu, ia  memiliki pemahaman bahwa ilmu yang didapatkan di bangku sekolah pasti belum cukup untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupannya kelak.



Sebagai generasi muda, ia juga harus mengejar prestasi yang mampu membanggakan negara.


"Ilmu di sekolah tidak akan cukup sebagai modal saya ke depan. Di masa mendatang, akan lebih banyak lagi tantangan yang akan kita hadapi," ujar Maria.


Bagi Maria, dipukul dan memukul merupakan makanannya sehari-hari.

Ia mengaku tak pernah takut atau khawatir akan cidera saat berlatih atau juga pada saat bertarung.

Maria yang baru saja lulus dari SMA N 11 Semarang ini justru lebih takut jika berat badannya naik. ( HR )




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUKUHAN DAN PELEPASAN KONTINGEN PORPROV XVI JATENG 2023 KAB. SRAGEN

 [Pemkab Sragen Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng XVI ] Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati siapkan bonus bagi p...