Kisah petinju cantik asal Sragen, sudah lebih dari tiga tahun bergelut dengan samsak dan pukulan, yang lebih takut berat badannya naik daripada kena pukulan.
Petinju cantik asal Sragen itu adalah Maria Yuliana Gajon, dan gadis lincah ini tertarik kepada dunia tinju sejak dari SMP.
Sekilas tidak ada yang berbeda dari Maria. Gadis manis ini tampak feminim seperti perempuan lainnya.
Namun di balik penampilannya yang feminim, dara asal Celep, Tanjung, Kedawung ini bisa garang di ring tinju. Maria merupakan atlet tinju yunior/youth puteri yang berbakat.
Juara 2 Kejurnas tinju Amatir Bogor 2018
Juara 1 Kejurprov Semarang 2019
Juara 1 Kejurprov Solo 2019
Juara 3 POPDA Jateng 2018
Juara 1 Boxing Day Semarang 2019
Juara 1 Sabuk Emas Rembang 2017
Juara 1 Kejurprov Semarang 2017
Juara 1 Porkab Sragen 2017
Juara 1 Kejurkab Sragen 2019
Ketertarikan gadis kelahiran Sragen 12 juli 2003 silam ini terjun ke dunia tinju lantaran masih minimnya petinju wanita di Indonesia.
"Kebetulan, setelah lulus SMP ada seleksi masuk di PPLOP sebagai atlet tinju, setelah mencoba alhamdulillah lolos," ujarnya.
Selain itu, ia memiliki pemahaman bahwa ilmu yang didapatkan di bangku sekolah pasti belum cukup untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupannya kelak.
Bagi Maria, dipukul dan memukul merupakan makanannya sehari-hari.
Ia mengaku tak pernah takut atau khawatir akan cidera saat berlatih atau juga pada saat bertarung.
Maria yang baru saja lulus dari SMA N 11 Semarang ini justru lebih takut jika berat badannya naik. ( HR )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar