Meski Lahir di daerah terpencil tidak pernah mengecilk
an niat serta mimpinya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, setiap anak Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan dan berkewajiban untuk membuktikan darma bhakti kepada ibu pertiwi.
an niat serta mimpinya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, setiap anak Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan dan berkewajiban untuk membuktikan darma bhakti kepada ibu pertiwi.
Di sebuah sekolah di pinggiran provinsi Jawa tengah, Sragen, Jon menimba ilmu dan tinggal di asrama SMK N1 Kedawung Sragen. sudah hampir 2 tahun dia tidak pulang ke kampung halaman.
Pemerintah Provinsi Papua membayarnya untuk bersekolah di Sragen, 3.334 kilometer jauhnya, karena ini adalah kesempatan terbaiknya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Bersama dengan 7 siswa lainnya dari desa-desa terpencil di Papua, Jon menghadiri kelas di SMK N 1 Kedawung Sragen(sekolah yang memiliki keunggulan khas pada program pertanian). Sekolah yang sangat memiliki dedikasi tinggi untuk mencintai Indonesia negeri tercinta.
Beasiswanya tidak mencakup penerbangan pulang sehingga ia harus tinggal di Sragen, bahkan pada saat liburan sekolah jon tetap tinggal di Sragen sambil giat berlatih dan belajar.
"Tentu saya merindukan orang tua, tetapi orang tua saya mengatakan pendidikan lebih penting. Jadi saya harus belajar dulu dan kemudian kembali." Kata Jon dengan mata berkaca-kaca.
Pendidikan dan ketrampilan non akademis memang lebih penting bagi anak Papua, yang kebanyakan memiliki pendidikan yang masih sedikit sebelum tiba di sana.
Pelatihan Tinju amatir diadakan di luar kelas, di pusat pelatihan olahraga di lingkungan GOR Diponegoro Sragen Dan ini tidak wajib, dalam artian bersifat pilihan pribadi. Dengan naik sepeda motor peninggalan seniornya dia begitu rajin dan bersemangat untuk selalu hadir di tempat latihan.
"Ketika kami melatih anak-anak Papua, kami sangat senang, karena secara proporsi otot tubuh sudah terbentuk bagus " kata Heri.
"Saya telah mengajarkan pada nya tentang sejarah tinju, tujuan, manfaat dan kami berbicara tentang sumber daya manusia di Papua dan budaya mereka. Ketika dia saya beri sesuatu yang dapat dia kembangkan di kampung halaman, dia sangat antusias menanggapinya."
Pimpinan pengurus Tinju Amatir Sragen mengatakan tujuan pelatihan Tinju amatir adalah untuk mencetak prestasi generasi muda yang bertalenta di bidang Tinju di Indonesia.
"Kami berharap Jon akan terus berlatih dan melatih tinju lagi dan membantu membangun Papua."
Jon memiliki cita-cita untuk menjadi seorang mekanik mesin sehingga dia dapat kembali ke Papua dan membantu daerah itu berkembang, dia juga ingin mendirikan sasana Tinju dan melatih agar anak-anak Papua akan lebih berprestasi dan bisa memajukan Papua serta membuktikan bahwa Indonesia Bangga memiliki Anak Papua yang maju dan sukses. ( HR )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar