Pengikut

Rabu, 29 Desember 2021

SEMANGAT ADALAH YANG MUNCUL PALING AWAL DAN MATI PALING AKHIR



 “ Ketika sekelompok orang berkumpul dan bekerja sama secara harmonis, maka energi yang meningkat tercipta melalui kerjasama yang dialami oleh masing-masing individu dalam kelompok tersebut." 

(Napoleon Hill)


Sesungguhnya, berbagai permasalahan organisasi kita ini bukanlah sesuatu yang merugikan, sebaliknya masalah-masalah itu adalah hal yang baik yang menunjukkan betapa dinamis dan adaptifnya organisasi ini. Namun, semua berpulang pada penghuni rumah organisasi ini sendiri bagaimana dalam menyikapi berbagai persoalan dan tantangan yang datang itu, apakah akan disikapi secara positif atau negatif. Sebagai pengelola organisasi, sudah pasti beban terbesar untuk menyelesaikan berbagai problem organisasi ada di pundak para pemegang keputusan (decision maker).

Hal ini tidak berarti komponen organisasi yang lain terlepas dari tugas itu, karena membenahi organisasi adalah kewajiban seluruh anggota-anggotanya yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Dan untuk itu, pemegang keputusan (decision maker) tampaknya perlu dan berupaya keras untuk menyelesaikan carut-marut persoalan yang ada dalam organisasi ini. 

Banyak ide, gagasan dan wacana idealnya dikumandangkan. Serangkaian program-program perubahan segera disosialisasikan dan diterapkanTidak elok jika berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi.


Dalam  upaya membangun organisasi, hal yang paling utama adalah adanya loyalitas. Rangkul Beberapa orang atau cari orang yang mempunyai tingkat militansinya tinggi.


Saya yakin organisasi ini akan terus maju bila  orang didalamnya bekerja sama secara kompak. Tak masalah Mereka memiliki kemampuan yang berbeda asal mempunyai tujuan yang sama. Mereka loyal terhadap organisasi dan punya cita-cita tinggi pada organisasi. Dengan beberapa orang saja yang loyal pada organisasi ini akan selalu ada dan terus maju bahkan bisa hingga ke generasi-generasi selanjutnya. 


Keragaman kemampuan menjadi modal selanjutnya untuk terus membangun organisasi ini lebih maju lagi. Bagi seorang pemimpin sudah menjadi tugasnya dalam mengetahui dan memilah-milah kemampuan anggotanya sehingga dapat menempatkan para anggotanya sesuai dengan keahlian masing-masing.


Melihat orang Indonesia yang cenderung humoris idealnya janganlah terlalu serius sehingga suasana organisasi terlihat mencekam, para anggota menjadi merasa tertekan akan aturan-aturan yang berlaku. Buat santai sajalah, seakan-akan para anggota tidak merasa sedang berorganisasi. Artinya para anggota tidak merasa disibukan oleh organisasi yang sedang dijalaninya.


Kita semua tahu bahwa Organisasi yang mengalir akan membuat para anggota merasa senang karena mereka hanya di tuntut kesediannya dalam membangun organisasi sesuai dengan keadaan hati. Tidak ada paksaan, sehingga anggota dapat dengan ikhlas menjalaninya.


Adanya keikhlasan yang menyertai, dengan sendirinya para anggota akan sadar akan kedudukannya masing-masing yang telah di embankan oleh seorang pemimpin. Selanjutnya tugas, fungsi dan peran anggota akan di jalaninya tanpa harus ada perintah yang bersifat memaksa.


Dengan demikian kita dapat menyimpulkan beberapa tahap yang harus di lakukan dalam membangun  organisasi kita ini. 

  1. Dimulai dari adanya loyalitas, 
  2. Susun pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing 
  3. Jalankan organisasi secara santai (tidak ada paksaan) dengan harapan organisasi bisa dapat di bangun berdasarkan keikhlasan dari para anggotanya. 
  4. Pelihara dengan baik organisasi ini dengan rasa kekeluargaan dan rasa peduli yang tinggi  dengan begitu organisasi akan selalu berkembang hingga kegenerasi selanjutnya. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUKUHAN DAN PELEPASAN KONTINGEN PORPROV XVI JATENG 2023 KAB. SRAGEN

 [Pemkab Sragen Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng XVI ] Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati siapkan bonus bagi p...