Pengikut

Senin, 20 Desember 2021

Praka Wahyu Dwi Pamungkas


 

" Wahyu.. aku lagi pesan alat Tinju nang Semarang, tolong dipantau besok kalau dah jadi titip dibawa sekalian pulang Sragen! "

" Siap pantau Om" 

Kutipan chat WA di atas adalah  salah satu dari sekian banyak permintaan tolong dari saya saat ada urusan di semarang dan sekitarnya. Jawabannya selalu konsisten. Sebenarnya sih saya ada teman juga saudara di Semarang, tapi entah kenapa saya lebih percaya kalau dia yang pantau.

Dia Praka Wahyu Dwi Pamungkas, Pemuda kelahiran Sragen, 1 oktober 1993 yang telah menikah dengan Khoirunnisa, gadis cantik asal Sragen sejak juli 2016 yang lampau. Ada aura percaya diri yang kuat terpancar dari sosok pemuda yang tidak asing lagi bagi saya. Ketika bertemu, senyumnya selalu mengembang mengiringi sikap santun prajurit TNI AD bertubuh atletis dengan tinggi 172 cm dan berat 75 kg ini. Yap! Ia adalah salah satu mantan petinju PERTINA Sragen yang sukses jadi  prajurit  TNI AD_Penerbad. 

Praka Wahyu adalah prajurit TNI mantan petinju Sragen yang hingga kini masih menjalin komunikasi baik dengan rekan-rekan di PERTINA Sragen termasuk saya. Keingginannya untuk ikut serta dalam membina dan membesarkan Pertina Sragen sangat tinggi, meski hobby nya bermain sepak bola, hal ini dia tunjukkan dengan melibatkan diri dalam kepengurusan PERTINA Sragen periode 2021-2025 bidang Humas. Saat ini keterlibatannya di Pertina dia akui belum bisa all out, karena dia masih berdomisili di Semarang, yang hanya bisa sesekali mampir di pusat latihan saat pulang kampung saja. Ia berjanji saat ia sudah pindah ke Sragen nanti ia akan membantu dengan all out untuk Pertina Sragen. 

Meski Prestasinya di tinju dahulu tidak begitu maksimal hingga puncaknya, karena situasi kepengurusan saat itu memang kurang kondusif. Tapi saya ingat ia pernah ikut dalam kejuaraan nasional tingkat pelajar di Kupang dan meraih medali perak. Prestasi terbaik yang diperoleh tim ketika Pertina Sragen berangkat ke Kupang kala itu.  Setelah lulus SMKN 2 Sragen dia sempat berhenti berlatih tinju dan merantau ke Jakarta bekerja di sebuah koperasi, meski Gajinya sudah lumayan kerja enak di kantoran tapi semangatnya untuk mewujudkan cita-cita jadi tentara masih tinggi. Akhirnya ia keluar dari pekerjaanya dan mendaftar TNI, atas dukungan keluarga dan orang tua akhirnya ia lolos dan resmi jadi tentara. 

"Saya bersyukur karena saya bisa mewujudkan cita-cita. Kini saya jadi kebanggaan keluarga. Bagi saya ini merupakan sebuah kebahagiaan tak terhingga. Saya akan selalu mengingat pesan orang tua saya untuk melaksanakan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk." Ujar Wahyu

Praka Wahyu bukan sekedar Prajurit dan mantan atlet tinju, karakter dan unggah ungguhnya pada yang lebih tua tak pernah luntur oleh pangkat jabatan. Tiap ada urusan di Semarang selalu saya minta pantau dia dan rata-rata lancar saja. Dari urusan antar jemput saat diklat, urusan beli glove, memantau kejuaraan tinju di semarang, beli mobil hingga menjualnya kembali, dll semuanya terselesaikan dengan lancar. Dan urusan yang terbaru ketika saya minta bantu memantau pesanan alat Tinju di sekitar pedurungan, sampai wira-wiri mendatangi tempat pembuatannya yang sempat loss kontak tidak ada respon komunikasi. 

Seperti biasanya dia bilang " tenang wae om, tidak ada hari apes dalam kalender mana pun,nek ngasi macem-macem tak bawakke pasukan ngko om !"  

Alhamdulillah pesanan alat Tinju sampai dirumah sesuai waktu. Terimakasih Praka Wahyu, bantuanmu menenangkan pikiranku. Semoga untuk urusan pencarian jodoh ponakanku juga bisa kau bantu. hehe..  ( Herry Rust )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUKUHAN DAN PELEPASAN KONTINGEN PORPROV XVI JATENG 2023 KAB. SRAGEN

 [Pemkab Sragen Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng XVI ] Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati siapkan bonus bagi p...