Pengikut

Minggu, 07 November 2021

KITA SEMUA ADALAH PEMENANG


Seringkali kita sebagai pelaku olahraga tinju ( atlet ) khususnya merasa stress, kurang beruntung, tidak punya kesempatan lebih sehingga tidak bernasib mujur seperti mereka-mereka yang bisa sampai pada kejuaraan nasional bahkan internasional. Seperti kita ketahui saat ini beberapa daerah mulai dari Jatim, Bali, Jakarta, Yogyakarta dll sudah mulai mengadakan kejuaraan, tapi Jawa tengah khususnya masih belum ada sama sekali. Rasa lelah hanya latihan dan latihan saja tanpa ikut kejuaraan sementara umur semakin bertambah adalah komplik batin yang hampir semua atlet alami. Hal ini menyebabkan kita patah semangat, seakan mau menyerah dan merasa semua yang terjadi pada diri kita adalah karena kehendak-Nya. Ya.. memang apa yang terjadi diseluruh alam semesta ini adalah karena Ijin Allah SWT, pencipta langit dan bumi beserta isinya. Namun sebelum kita pasrah bongko'an (istilah jawa = menyerah kalah) dengan keadaan, mari kita flash-back pada saat sebelum kita kembali berlatih Tinju dari sebelum pandemi hingga saat ini mencapai PPKM level 1.

Pada masa pandemi lalu yang hampir berjalan genap 2 tahun, telah memaksa semua aktivitas olahraga yang memicu adanya kerumunan untuk berhenti. Pelatihan Tinju di Sragen khususnya tentu saja ikut terkena dampaknya. Namun demi menjaga stamina kondisi fisik agar tetap prima, nyatanya kita tetap  mencari cara agar bisa berlatih dengan aman tanpa bermaksud melanggar peraturan pemerintah. 

Selama masa pandemi tempat latihan Tinju amatir di Sragen dimana terpusat di lingkungan GOR Diponegoro otomatis juga ditutup. Oleh karenanya dari satu tempat ke tempat lain yang diperbolehkan kita coba untuk berlatih di sana. Berikut Rinciannya

1. Mulai dari Lingkungan GOR SMK Negeri 2 Sragen, 
2. Joglo Camp Sragen, 
3. Stadion Taruna, 
4. Lapangan Yonif 408 widoro Sragen, 
5. Taman Krido Anggo, 
6. Alun-alun Kota Sragen, 
7. Aula eks. SMA PGRI Karangmalang, 
8. Lapangan bola Kedawung Sragen hingga kembali ke GOR Diponegoro.

Yap, kita semua adalah pemenang, karena telah melewati banyak waktu dan tempat dengan selamat, dengan peralatan seadanya saja kita masih bertahan dan berjalan. ( semoga ini di dengarkan para dewan)

Puji Syukur patut kita panjatkan karena level pandemi sudah menurun dan aktivitas olahraga tinju mulai di buka kembali. Dari satu tempat ke tempat lain sudah kita lewati, masyarakat juga sudah kembali melihat bahwa Tinju Amatir dan profesional di Sragen masih ada. Tidak sepantasnya kita menyerah lalu kembali loyo untuk berlatih. Mari kembali semangat berlatih, kita bina dan rawat betul PERTINA Sragen agar dapat menjadi wadah bagi generasi muda menyalurkan bakatnya di cabang Tinju. Kita semua berharap dengan pengelolaan PERTINA yang baik, suatu saat akan muncul juara-juara Tinju dari Sragen kota tercinta kita ini. Aamiin..Tetap semangat. ( HR )


GOR smkn 2 sragen

Joglo Camp Sragen



Lingk. Stadion Taruna Sragen

Lap. Yonif 408 widoro Sragen

Taman Krido Anggo Sragen

Alun-alun Kota Sragen

Aula eks. SMA PGRI Karangmalang Sragen


Lap. bola Kecamatan Kedawung

GOR Diponegoro Sragen

Baca juga: https://pertina-sragen.blogspot.com/2021/11/feminim-tapi-garang-di-ring-tinju.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUKUHAN DAN PELEPASAN KONTINGEN PORPROV XVI JATENG 2023 KAB. SRAGEN

 [Pemkab Sragen Siapkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng XVI ] Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati siapkan bonus bagi p...